Minggu, 05 April 2015

Sejarah Singkat Pondok Pesantren Walisongo

Pondok Pesantren walisongo
Pondok Pesantren walisongo didirikan pada pertengahan tahun 1993 oleh seorang santri alumni dari pondok pesantren Mahir Al-Riyadl ringin agung kediri jawa timur yaitu bernama Muhammaad Noer Qomaruddin dengan dukungan tokoh masyarakat setempat seperti H.M Ridho Dinata (Mantan Anggota DPRD Lampung utara), Drs.H.Rohimat Aslan (mantan kakanwil DEPAG lampung utara dan mantan Wakil Bupati lampung utara) dan tokoh-tokoh lainya.

Pada mulanya pendidikan di ponpes walisongo, hanya madrasah diniyah dengan materi kitab-kitab kuning yang menjadi materi pembelajaran yang diajarkan pada saat itu. mengingat kepentingan umat yang tidak hanya pandai dalam ilmu agama saja, namun ilmu intelektual umum juga diperlukan, maka pondok pesantren walisongo juga mendirikan sebuah pendidikan formal setingkat SLTP yang kemudian diberi nama dengan madrasah tsanawiyah plus walisongo (MTs Plus walisongo).3 tahun berikutnya (2004), berdiri lagi madrasah aliyah plus walisongo.
tiga tahun berikutnya lagi, pondok pesantren walisongo mendirikan sebuah perguruan tinggi akademi kebidanan an nur husada, yang merupakan AKBID pertama yang ada dilingkungan pesantren dilampung. disamping itu pondok pesantren walisongo juga memiliki bimbingan umroh dan ibadah haji (KBIH) Hajar aswad sejak tahun 2004. Setelah beberapa tahun berjalan, kemudian pesantren menambah satu tingkat pendidikan lagi, yaitu SDIT AD-Dzikro. dimana para siswa-siswi yang belajar adalah sebagian dari kalangan masyarakat desa, sehingga para siswa banyak yang tidak mukim di asrama. kemudian pada tahun 2014 dibuka SMK kesehatan yang mana baru saja dibuka dan baru akan memulai masa pendidikan tahun ini.

Letak Geografis
Pondok pesantren walisongo terbagi dalam dua wilayah. wilayah utara berada di wilayah desa sukamaju kecamatan abung semuli dan wilayah selatan berada di desa bandar kagungan raya(pemekaran desa kalibalangan). dengan berada dilokasi yang strategis tersebut, pondok pesantren berkembang menjadi salah satu pondok pesantren besar di lampung utara.

1 komentar:

  1. Saya sebagai warga disekitar sangat bersyukur karna sering mendengarkan lantunan2 bacaan alquran, sholawatan, puji2an, qoshidahan, asmaul husna kajian kitab setelah subuh dll... Semoga santri2 diberikan kene tahan ketulusan dalam menuntut ilmu dan mengabdi kpda kyai semoga semua nya selalu dalam lindungan Alloh SWT.. al-fatihah.

    BalasHapus