Pondok Pesantren walisongo
Pondok Pesantren
walisongo didirikan pada pertengahan tahun 1993 oleh seorang santri alumni dari
pondok pesantren Mahir Al-Riyadl ringin agung kediri jawa timur yaitu bernama
Muhammaad Noer Qomaruddin dengan dukungan tokoh masyarakat setempat seperti H.M
Ridho Dinata (Mantan Anggota DPRD Lampung utara), Drs.H.Rohimat Aslan (mantan
kakanwil DEPAG lampung utara dan mantan Wakil Bupati lampung utara) dan
tokoh-tokoh lainya.
Pada mulanya pendidikan di ponpes
walisongo, hanya madrasah diniyah dengan materi kitab-kitab kuning yang menjadi
materi pembelajaran yang diajarkan pada saat itu. mengingat kepentingan umat
yang tidak hanya pandai dalam ilmu agama saja, namun ilmu intelektual umum juga
diperlukan, maka pondok pesantren walisongo juga mendirikan sebuah pendidikan
formal setingkat SLTP yang kemudian diberi nama dengan madrasah tsanawiyah plus
walisongo (MTs Plus walisongo).3 tahun berikutnya (2004), berdiri lagi madrasah
aliyah plus walisongo.
tiga tahun berikutnya lagi, pondok
pesantren walisongo mendirikan sebuah perguruan tinggi akademi kebidanan an nur
husada, yang merupakan AKBID pertama yang ada dilingkungan pesantren dilampung.
disamping itu pondok pesantren walisongo juga memiliki bimbingan umroh dan
ibadah haji (KBIH) Hajar aswad sejak tahun 2004. Setelah beberapa tahun
berjalan, kemudian pesantren menambah satu tingkat pendidikan lagi, yaitu SDIT
AD-Dzikro. dimana para siswa-siswi yang belajar adalah sebagian dari kalangan
masyarakat desa, sehingga para siswa banyak yang tidak mukim di asrama.
kemudian pada tahun 2014 dibuka SMK kesehatan yang mana baru saja dibuka dan
baru akan memulai masa pendidikan tahun ini.
Letak Geografis
Pondok pesantren walisongo terbagi dalam dua wilayah. wilayah utara berada di wilayah desa sukamaju kecamatan abung semuli dan wilayah selatan berada di desa bandar kagungan raya(pemekaran desa kalibalangan). dengan berada dilokasi yang strategis tersebut, pondok pesantren berkembang menjadi salah satu pondok pesantren besar di lampung utara.







Saya sebagai warga disekitar sangat bersyukur karna sering mendengarkan lantunan2 bacaan alquran, sholawatan, puji2an, qoshidahan, asmaul husna kajian kitab setelah subuh dll... Semoga santri2 diberikan kene tahan ketulusan dalam menuntut ilmu dan mengabdi kpda kyai semoga semua nya selalu dalam lindungan Alloh SWT.. al-fatihah.
BalasHapus